Sutradara Kondang Joko Anwarsaat ini tengah berbahagia. Pasalnya dua film besutannya berhasil menembus box office tahun ini. Film tersebtu adalah Gundala dan Perempuan Tanah Jahanam. Film Gundala sendiri berhasil menembus penonton 1,69 juta penonton. Untuk Perempuan Tanah Jahanam telah ditonton oleh sejuta penonton dalam kurun waktu 9 hari.

Film bergenre ini di bintangi oleh Tara Basro, Ario Bayu, Marissa Anita dan juga Christine Hakim. Film nya mengisahkan tentang Maya yang di perankan oleh Tara Basro  yang mengajak sahabat nya Dini (Marissa) untuk mudi ke Desa Harjosari sebab mendengar kabar kemungkinan dirinya masih memiliki warisan dari keluarganya.

Sebelumnya kedua sahabat itu berjuang di tanah perantauan untuk sukses dan sempat mengalami jatuh bangun.

Akan tetapi ketika sampai di kampung halamannya, Maya bukannya mendapat warisan namun justru berbagai malapetaka yang panjang.

Dalam cuitan di akun twitter resmi miliknya Joko berterimakasih kepada para pecinta film yang telah mengantarkan film buatannya ke tangga box office Indonesia.

4 Fakta Menarik Film Perempuan Tanah Jahanam

Tantangan Joko Anwar dan Tim

  1. Empat Jenis Hutan Di Desa Harjosari

Salah satu tantangan bagi Joko dalam mencari lokasi syuting adalah mencari Desa yang bisa menggambarkan scenario film Perempuan Tanah Jahanam dengan kondisi desa yang di kelilingi oleh empat jenis hutan.  Desa Harjosari dikelilingi hutan mulai dari bagian terluar yang terdiri dari hutan pinus kemudoan hutan homogeny kayu kayu besar dan hutan bamboo serta hutan heterogen di dekat desa tersebtu.

“Karena nggak mungkin nemuin semua ini di satu lokasi kami mencari banyak lokasi di sepanjang Jawa Timur. Rumah Besar dalam cerita Perempuan Tanah Jahanam akhirnya kami temukan di Banyuwangi, rumah tua yang memang sudah tidak di huni hampir 30 tahun , kondisinya sangat cocok untuk cerita” ujar Joko

  1. Kuburan Anak Kecil

Setelah melalui perjalanan panjang mencari lokasi, Joko Anwar pun bersama tim akhirnya mendapat informasi tentang desa di tengah hutan yang ada sejak era 1940 an untuk tempat tinggal penduduk yang bekerja di perkebunan.

Sayangnya mobil tidak memiliki akses untuk pergi kesana sehingga sedikit menyusahkan kru.

Kuburan pun menjadi point penting yang cukup lama

“Untuk mencari kubutan yang berkarakter, indah, sekaligus creepy butuh waktu tiga bulan untuk mendatangi puluhan kuburan. Tidak ada yang cocok, kami tak mau kompromi. Akhirnya kami temukan di Lumbang, Jawa Timur. Kebetulan banyak kuburan anak kecilnya. Kata Joko Anwar.

  1. Bikin Akses Jalan Sendiri

Karena kebanyakan lokasi film di lakukan di tempat terpencil, akhirnya tim pun berusaha untuk membuat akses jalan karena deadline waktu syuting terbatas.

Menjadi tantangan tersendiri bagi Anwar dan tim untuk merancang schedule syuting di banyak tempat hanya dalam waktu 28 hari,

Awalnya Joko tak berani menganggarkan budget besar untuk film yang thriller nya belum terbukti bisa laku di Indonesia.

“sementara itu kami membuka akses jalan ke desa terpencil tempat syuting perempuan tanah jahanam supaya bisa di lalui mobil. Karena jalanan licin dan berbatu, tiap mobil harus di tarik dengan mobil All-terrain vehicle” cerita Joko.

  1. Alami Demam Berdarah

Selama syuting Joko mengaku mengalami banyak cobaan. Salah satunya adalah penyakit.

“Jadi saktu syuting Perempuan Tanah Jahanam saya kena demam berdarah, di opname selama delapan hari di Bangil. Syuting libur delapan hari” tulis Joko Anwar di akun twitter.

 

Akan tetapi tentu semua perjuangan dari Joko Anwar dan tim berbuah manis dengan pencapaian dari film Perempuan Tanah Jahanam ini.