Corona Dijadikan Film, Angkat Tema Rasisme terhadap China

Pandemi covid-19 makin menyebar ke negara-negara di seluruh dunia. Hingga kini , banyak negara yang masih berjibaku berjuang menghadapi pandemic ini.Perekonomian mengalami kondisi yang sulit karena pandemic ini berdampak ke berbagai sector ekonomi negara.

China sebagai negara pertama yang diketahui terjangkiti virus corona atau covid-19. Sebagai yang pertama, tentu China memiliki beban tersendiri dimana banyak negara menyoroti tindakan dan penanganan selama wabah tersebut menyerang negaranya.

Kegiatan ekonomi China juga turun drastis, padahal egara ini terkenal sebagai negara ekspor berbagai produk termasuk karpet masjid.

Namun tak hanya itu saja, ada pula ujaran kebencian/ rasisme serta diskriminasi terhadap warga negara China dan Asia lainnya di tengah pandemi Covid-19. Banyak video yang viral menunjukkan ketika warga negara asia menaiki kereta di Amerika, orang-orang langsung menghindar dan bahkan menjauhinya.

Berangkat dari fakta tersebut, pandemic global yang terjadi saat ini pun diangkat menjadi sebuah film bertajuk Corona.

“Ide itu datang ketika sedang di dalam lift membaca berita turis China diserang. Saya pikir saya akan membuat film di dalam lift,” ujar sang sutradara asal Kanada, Mostafa Keshvari.

Corona Dijadikan Film, Angkat Tema Rasisme terhadap China

Tentang Film Corona

Film berjudul Corona tersebut akan menjadi film thriller dengan latar di dalam lift. Fokusnya adalah pandemi virus corona yang menjadi simbol eksplorasi ketakutan serta rasisme di antara para penghuni apartemen ketika terjebak di dalam lift.

Film tersebut mengisahkan tentang enam orang yang terjebak di dalam lift pada awal krisis Covid-19. Pada saat itu mereka langsung mencurigai salah satu tetangga baru yang diperankan oleh Traei Tsai. Tetangga baru tersebut diketahui berasal dari China,  dan dicurigai bisa menyebarkan virus corona.

Keshvari menjelaskan bahwa para pemain berimprovisasi demi mendapatkan realisme seperti menggarisbawahi ketakutan mereka terjebak bersama tetangga baru yang membawa virus.

Menurut Keshvari,  film tersebut sudah dibuat sebelum virus corona dinyatakan sebagai pandemic oleh WHO. Sehingga film ini juga dimaksudkan untuk menegaskan kepada masyarakat dunia bahwa virus tak pernah membeda-bedakan korbannya.

“Itu dikenal sebagai virus China, tapi semua orang dapat terjangkit, jadi bukan hanya masalah satu ras. Sekarang, manusia harus bersatu untuk mengalahkan virus tersebut,” ujarnya seperti dilansir The Hollywood Reporter.

Tak hanya mengenai rasisme saja, dalam film ini juga mengangkat bagaimana rasa takut dan khawatir yang dihadapi oleh orang-orang yang terjebak dalam lift tersebut akan kehilangan orang yang disayangi.

“Ketakutan atas kemungkinan kehilangan orang yang dicintai juga menambah unsur pembuatan film.” Ungkap Keshvari

Corona nantinya akan menjadi film pertama yang mengangkat kisah tentang Covid-19. Film ini dibintangi Emy Aneke, Zarina Sterling, Richard Lett, Andrea Stefancikova, Josh Blacker, dan Andy Canete.

Menurut Sutradaranya, film indie tersebut pada awalnya hanya dibayangkan akan tayang di festival-festival film. Akan tetapi saat ini, dirinya sekarang sedang mencari platform streaming yang pas untuk menjadi ‘rumah’ bagi film barunya.

Post A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *